Rapat Tim Redaksi BRIM Khatamun Nabiyyin
Pada pukul 15.00 WIB, tim redaksi BRIM Khatamun Nabiyyin kembali melaksanakan rapat sebagai bagian dari proses pengembangan dan evaluasi kerja redaksi...
Baca SelengkapnyaKumpulan berita, opini, dan hasil riset BRIM KN.
Pada pukul 15.00 WIB, tim redaksi BRIM Khatamun Nabiyyin kembali melaksanakan rapat sebagai bagian dari proses pengembangan dan evaluasi kerja redaksi...
Baca SelengkapnyaJAKARTA — Pesantren selama ini lebih sering dipahami sebagai ruang pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter. Namun, kehidupan santri yang berlang...
Baca SelengkapnyaDari mana pengetahuan manusia berasal? Apakah manusia sejak lahir telah membawa pengetahuan tertentu, ataukah seluruh pengetahuan terbentuk melalui pengalaman hidup? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu persoalan mendasar dalam epistemologi. Pada Sesi Ketujuh Halaqah Falsafatuna, pembahasan diarahkan pada teori empirisme yang memandang pengalaman indrawi sebagai sumber utama seluruh isi pikiran manusia. Pandangan ini kemudian dibandingkan dengan rasionalisme yang mengakui adanya peran tertentu dari akal dalam memperoleh pengetahuan. Melalui pemikiran John Locke dan konsep tabula rasa, pembahasan ini mengajak pembaca melihat kembali bagaimana pengalaman, akal, dan realitas berhubungan dalam proses terbentuknya pengetahuan.
Baca SelengkapnyaBagaimana manusia memperoleh pengetahuan? Apakah pengetahuan sepenuhnya berasal dari pengalaman yang ditangkap oleh pancaindra, atau justru lahir dari kemampuan rasio yang telah dimiliki manusia? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu perdebatan terbesar dalam sejarah filsafat. Pada Sesi Keenam Halaqah Falsafatuna, peserta diajak menelusuri perkembangan pemikiran epistemologi melalui tiga tokoh penting, yaitu Immanuel Kant, Rene Descartes, dan John Locke. Pembahasan ini menunjukkan bahwa pengetahuan bukan sekadar hasil melihat atau berpikir, melainkan proses yang melibatkan pengalaman, akal, dan cara manusia memahami realitas.
Baca SelengkapnyaBagaimana manusia memperoleh pengetahuan yang benar? Apakah pengetahuan hanya berasal dari pengalaman indrawi, atau justru rasio menjadi sumber utamanya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut telah menjadi perdebatan panjang dalam sejarah filsafat. Pada Sesi Kelima Halaqah Falsafatuna, peserta diajak menelusuri perkembangan pemikiran epistemologi mulai dari gagasan Plato, rasionalisme modern, hingga sintesis yang ditawarkan Immanuel Kant. Pembahasan ini tidak hanya menjelaskan asal-usul pengetahuan, tetapi juga mengajak manusia menyadari bahwa kemampuan berpikir memiliki batas yang harus diakui agar pengetahuan tetap berpijak pada realitas.
Baca SelengkapnyaBagaimana manusia memperoleh pengetahuan yang benar? Apakah cukup mengandalkan pengalaman indrawi, atau justru rasio menjadi sumber utama kebenaran? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Sesi Keempat Halaqah Falsafatuna. Melalui kajian epistemologi, peserta diajak memahami klasifikasi pengetahuan serta menelaah berbagai teori tentang sumber pengetahuan, mulai dari gagasan Plato mengenai Alam Ide hingga pandangan rasionalisme modern. Pembahasan ini tidak hanya memperkaya wawasan filsafat, tetapi juga mengajak setiap individu membangun cara berpikir yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab dalam menyikapi realitas.
Baca SelengkapnyaBagaimana seseorang dapat memberikan penilaian yang benar terhadap suatu persoalan? Dalam kajian epistemologi, jawabannya dimulai dari sebuah konsep yang sering kali diabaikan, yaitu tasawur. Melalui sesi ketiga Halaqah Falsafatuna, peserta diajak memahami bahwa pengetahuan yang benar tidak lahir dari penilaian yang tergesa-gesa, melainkan dari proses membangun konsepsi yang jelas dan bersumber dari landasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pembahasan ini menjadi pijakan penting untuk membangun cara berpikir yang kritis, sistematis, dan objektif dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Baca SelengkapnyaRefleksi Sesi Pertama FalsafatunaOleh Aswar Alimuddin ( Pengajar Halaqoh Falsatuna)Standar Ganda Epistemologi : Rekontruksi pengertian ILMIAHBism...
Baca SelengkapnyaBrim Collegium Pertemuan 15: Memahami Hakikat Kebenaran dalam Perspektif Epistemologi Filsafat IslamPada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan mengen...
Baca SelengkapnyaPengetahuan Indrawi dan Rasio dalam Perjalanan Manusia Memahami RealitasDalam kajian filsafat Islam, pengetahuan manusia diperoleh melalui dua sumber ...
Baca SelengkapnyaAbstraksi dan Tajrīd: Proses Akal Memahami Hakikat Pengetahuan dalam Filsafat IslamDalam kajian epistemologi filsafat Islam, pengetahuan manusia tidak...
Baca SelengkapnyaFungsi Rasio sebagai Jalan Memahami Realitas dan Menemukan Makna di Balik TandaBrim Collegium Pertemuan ke-12 yang diselenggarakan pada 6 Juli 2026 me...
Baca SelengkapnyaEmpirisme, Rasionalisme, dan Proses Abstraksi dalam Epistemologi IslamDiskusi pada pertemuan ke-11 BRIM Collegium berfokus pada perbandingan antara em...
Baca SelengkapnyaSumber dan Alat Pengetahuan dari Indra Menuju Rasio dalam Memahami Realitas dan TuhanBagaimana manusia memperoleh pengetahuan? Pertanyaan ini menjadi ...
Baca SelengkapnyaKedudukan Sumber dan Alat Pengetahuan dalam Tiga Perspektif Epistemologi: Islam, Empirisme, dan Rasionalisme BaratPertemuan kesembilan kelas Colligium...
Baca SelengkapnyaPertemuan kedelapan kelas Colligium mengangkat tema “Sumber dan Alat Pengetahuan dalam Perspektif Epistemologi.” Pembahasan ini diawali dengan penjela...
Baca SelengkapnyaPeran Pancaindra, Rasio, dan Sikap Kritis dalam Proses PengetahuanDalam pertemuan ketujuh kelas Colligium, pembahasan difokuskan pada peran pancaindra...
Baca SelengkapnyaEpistemologi Pengetahuan: Realitas, Akal, dan Tolak Ukur KebenaranPengetahuan merupakan instrumen fundamental yang dimiliki manusia untuk memahami rea...
Baca SelengkapnyaRefleksi Pertemuan Kelima Kelas Colligium: "Memahami Konsep Fitrah"Pada pertemuan kelima kelas Colligium, tema yang dibahas adalah fitrah. Istilah fit...
Baca SelengkapnyaDialog orang muda Lintas iman peduli lingkungan dalam diskusi bersama Direktur BRIM, Babe Lantur (Founder Padepokan ciliwung condet), peneliti ui, pj kI dan tim audit kemenag
Baca SelengkapnyaAku dan Keraguan ala Pyrrho: Catatan dari Kelas Epistemologi BRIM (Pertemuan IV) yang di wadahi oleh Departemen Pendidikan & Pelatihan BRIM Khatamun Nabiyyin Periode 1 2026-2027
Baca SelengkapnyaBRIM Collegium of Islamic Thought & Literacy: Menelaah Relasi Pengetahuan, Ideologi, dan Perilaku Manusia pada Pertemuan Ketiga yang diwadahi oleh departemen Pendidikan & Pelatihan BRIM Khatamun Nabiyyin Periode 1 2026-2027
Baca SelengkapnyaBRIM Collegium Part 2: Memperdalam Pemahaman tentang Ideologi, Worldview, dan Literasi Islam yang di wadahi oleh Departemen Pendidikan & Pelatihan BRIM Khatamun Nabiyyin Periode 1 2026-2027
Baca SelengkapnyaBRIM Collegium Part 1: Mengkaji Ideologi, Pandangan Dunia, dan Urgensi Pengetahuan dalam Perspektif Islam yang di wadahi oleh Departemen Pendidikan & Pelatihan BRIM Khatamun Nabiyyin Periode 1 2026-2027
Baca SelengkapnyaBRIM Khatamun Nabiyyin Gelar Rangkaian Rapat Strategis dalam Persiapan Kepengurusan dan Program Kerja Periode 2026–2027
Baca SelengkapnyaPemaparan program kerja Per departemen BRIM Khatamun Nabiyyin periode 1 2026-2027
Baca SelengkapnyaPELANTIAKAN EKSEKUTIF BADAN RISET DAN INTELEKTUAL MAHASANTRI (BRIM) KHATAMUNNABIYYIN
Baca Selengkapnya