Dipublikasikan pada 2 Juli 2026

Memahami Konsep Fitrah :Refleksi Kelas Colligium(Pertemuan ke-V)

Refleksi Pertemuan Kelima Kelas Colligium: "Memahami Konsep Fitrah"

Pada pertemuan kelima kelas Colligium, tema yang dibahas adalah fitrah. Istilah fitrah sebenarnya bukanlah sesuatu yang asing bagi kita. Kata tersebut cukup sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, terutama sejak mulai mempelajari akidah di pesantren. Selama ini, kita cenderung memahami fitrah secara sederhana sebagai seperangkat potensi bawaan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia sejak lahir. Dalam pemahaman tersebut, fitrah dapat dianalogikan sebagai settingan pabrik yang telah melekat pada setiap manusia.


Menariknya, pembahasan mengenai fitrah dalam pertemuan ini tidak direncanakan sebagai materi utama. Pada awalnya, tema tersebut hanya disinggung sebagai pengantar diskusi. Namun, seiring berkembangnya pembahasan, fitrah justru menjadi fokus utama kajian. Dari pertemuan tersebut, kita memperoleh definisi baru bahwa fitrah adalah kondisi yang dengannya manusia diciptakan. Definisi ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pemahaman yang telah kita miliki sebelumnya, tetapi memberikan sudut pandang yang lebih mendalam mengenai hakikat fitrah.


Pertemuan tersebut juga memberikan pemahaman baru bahwa fitrah merupakan karakteristik yang hanya dimiliki oleh manusia. Meskipun demikian, dalam kenyataannya manusia sering kali tidak menyadari keberadaan fitrah yang ada dalam dirinya. Akibatnya, tidak sedikit perilaku manusia yang justru menyimpang dari fitrahnya sendiri. Dalam pandangan Murtadha Muthahhari, fitrah manusia memiliki beberapa kecenderungan mendasar, yaitu mencari kebenaran, cenderung kepada kebaikan, menginginkan keadilan, serta memiliki kecenderungan untuk mencintai dan menghambakan diri kepada Tuhan.


Meskipun memperoleh banyak pengetahuan baru, pembahasan ini juga menunjukkan bahwa konsep fitrah bukanlah sesuatu yang sederhana. Apa yang semula dipahami sebagai konsep yang mudah ternyata memiliki dimensi yang jauh lebih luas dan mendalam. Berbagai pertanyaan, kegelisahan, dan syubhat yang disampaikan peserta selama diskusi semakin memperlihatkan bahwa fitrah merupakan konsep yang masih menyisakan ruang untuk dikaji dan dipahami secara lebih komprehensif.


Pada akhirnya, kita mungkin belum mampu memberikan definisi fitrah secara utuh maupun menjelaskannya secara komprehensif. Namun, dari seluruh pembahasan yang berlangsung, terdapat satu keyakinan yang semakin menguat, yaitu bahwa fitrah benar-benar hadir dalam diri setiap manusia. Keyakinan inilah yang menjadi titik awal untuk terus mendalami konsep fitrah agar dapat dipahami secara lebih utuh, baik dari sisi filosofis maupun dalam implementasinya di kehidupan sehari-hari.



#BRIM KN

Dari Pesantren Menuju Peradaban