PEMAPARAN PROGRAM KERJA PER DEPARTEMEN BRIM KHATAMUN NABIYYIN PERIODE 1 2026-2027
Tidak lama setelah dilantik di Masjid Istiqlal Jakarta, Pengurus BRIM Khatamun Nabiyyin melangsungkan Rapat Kerja untuk menyusun langkah-langkah strategis selama satu tahun ke depan.
Raker dibuka langsung oleh Pimpinan Khatamun Nabiyyin sekaligus Ketua Dewan Pembina BRIM yaitu Kyai Haji Akbar Saleh Ba, Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa BRIM harus meneladani semangat para ilmuwan Islam terdahulu, selain mereka menguasai pengetahuan tradisional seperti fikih, tafsir, dan ushul fikih, para mahasantri juga harus mampu mengembangkan keilmuan secara luas, sebagaimana yang dicontohkan seperti Al-Khawarizmi (Bapak aljabar dan penemu konsep algoritma), (Ibnu Sina Pelopor ilmu kedokteran, filsafat, dan ilmu alam) ,Ibnu Al-Haytham (Bapak ilmu optik dan metode penelitian ilmiah)
Al-Battani ( Ahli astronomi yang menyempurnakan pengukuran pergerakan benda langit) ,Ibnu Rusyd (Penafsir filsafat dan ilmu pengetahuan yang memengaruhi dunia Barat)
Beliau juga menyampaikan pelajaran penting: bahwa kekosongan dan kemandekan pemikiran Islam pernah terjadi pasca masa At-Thusi. Kecerdasan dan ketajaman ilmu pada masanya membuat pemikiran beliau dianggap mutlak, disakralkan, dan tidak lagi dibuka untuk dikaji ulang. Akibatnya, semangat mengkritisi hilang dan pengetahuan menjadi stagnan.
Baru kemudian muncul tokoh-tokoh kritis yang berani meninjau kembali warisan tersebut, antara lain Ibnu Idris Al-Hilli yang menguji dan meluruskan metode berfikih At-Thusi, serta Ibnu Taimiyah yang mengkritik secara mendasar anggapan bahwa pemikiran terdahulu sudah tidak bisa dibantah. Berkat semangat pengujian dan penyempurnaan inilah, ilmu pengetahuan perlahan kembali berkembang. Dari sini terlihat jelas bahwa semangat mengkaji dan mengkritisi secara sehat adalah syarat mutlak agar ilmu pengetahuan terus tumbuh dan tidak berhenti di satu titik.
Adapun gambaran umum hasil Raker BRIM adalah penekanan fokus utama setiap departemen diarahkan pada penguatan internal melalui program-program kultural yang intens, guna membangun atmosfer intelektual dan menumbuhkan tradisi ilmiah di lingkungan Pesantren Khatamun Nabiyyin.
Selain itu, BRIM juga menyusun program-program yang memperkuat kapasitas riset mahasantri, mulai dari riset pustaka, riset lapangan, hingga riset digital dan penguasaan teknologi mutakhir.
Untuk mewujudkannya, BRIM akan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, dan lembaga terkait, melalui kegiatan seperti seminar, lokakarya ilmiah, bedah buku, diskusi isu strategis, pelatihan metodologi riset, dan kolaborasi lain yang bertujuan membudayakan penelitian dan kemampuan intelektual mahasantri.
Seluruh program diharapkan menghasilkan karya nyata yaitu tulisan ilmiah, publikasi, kajian strategis, dan produk pengetahuan yang memperkaya khazanah keilmuan Nusantara.
Lebih dari itu, BRIM juga mendorong lahirnya inovasi berbasis kecerdasan buatan dan teknologi digital lainnya yang bermanfaat bagi dunia pesantren, santri, dan masyarakat luas.
Dengan demikian, BRIM diharapkan menjadi ekosistem riset dan inovasi yang melahirkan gagasan dan solusi yang relevan dengan tantangan zaman dengan tetap berpijak pada akar nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan.
Barakallahu Fiikum
Oleh Aswar A (Direktur Utama BRIM Khatamun Nabiyyin) dan Departemen Media & Publikasi